Pertanyaan ini sering muncul dari pemilik usaha: mana yang lebih baik, memasang panel surya atau membeli genset? Jawabannya bergantung pada masalah yang ingin diselesaikan, karena keduanya sebenarnya tidak bersaing.
Masalah yang berbeda
Genset menyelesaikan masalah keandalan — listrik tetap ada saat jaringan padam. Genset tidak menghemat apa pun; biaya per kWh-nya justru jauh lebih mahal daripada listrik PLN.
PLTS menyelesaikan masalah biaya — menurunkan jumlah kWh yang perlu dibeli. Tetapi PLTS tanpa baterai tidak memberi listrik saat padam, karena inverter wajib memutus keluaran demi keselamatan petugas jaringan.
Biaya per kWh
| Sumber | Biaya per kWh | Catatan |
|---|---|---|
| PLN industri | ± Rp 1.115 | Acuan pembanding |
| PLN bisnis | ± Rp 1.445 | |
| Genset diesel | ± Rp 3.500–4.500 | Solar industri, belum termasuk perawatan |
| PLTS Atap | ± Rp 700–1.000 | Biaya rata selama 25 tahun |
Biaya genset dihitung dari konsumsi solar sekitar 0,3 liter per kWh. Angka itu belum memasukkan penggantian oli berkala, perawatan mesin, dan waktu henti operasional.
Kesalahan yang mahal
Menjalankan genset sebagai pengurang tagihan — bukan sekadar cadangan — adalah kesalahan yang cukup sering ditemui pada fasilitas dengan denda beban puncak. Logikanya terlihat masuk akal: nyalakan genset saat jam puncak untuk menghindari denda. Padahal biaya solar per kWh biasanya lebih besar daripada denda yang dihindari, sehingga total pengeluarannya justru naik.
Kombinasi yang paling masuk akal
Untuk fasilitas yang butuh keduanya, susunan yang lazim adalah PLTS untuk menurunkan biaya harian, genset tetap disiagakan untuk pemadaman panjang, dan baterai berkapasitas kecil untuk menjembatani beberapa detik peralihan agar peralatan sensitif tidak ikut mati.
Susunan ini memberi biaya operasional terendah tanpa mengorbankan keandalan, dan biaya baterainya jauh lebih rendah dibandingkan menyimpan seluruh kebutuhan malam.
Cara memutuskan
- Berapa kali listrik padam per tahun, dan berapa kerugian per jam pemadaman? Itu menentukan kebutuhan genset.
- Berapa persen konsumsi terjadi pada jam matahari? Itu menentukan kelayakan PLTS.
- Adakah beban yang tidak boleh mati meski hanya sedetik? Itu menentukan kebutuhan baterai.
Ketiganya pertanyaan terpisah, dan menjawabnya terpisah menghasilkan sistem yang lebih murah daripada memaksakan satu solusi untuk semuanya.