Baterai sering ditawarkan sebagai pelengkap wajib PLTS Atap. Padahal di Indonesia, secara ekonomi murni, baterai jarang membayar dirinya sendiri. Alasan memilikinya biasanya lain — dan itu tidak apa-apa, asal disadari sejak awal.
Kenapa hitungannya berat
Baterai memberi nilai dengan menyimpan listrik surya berlebih di siang hari untuk dipakai malam hari. Nilai tiap kWh yang digeser setara tarif PLN, sekitar Rp 1.444–1.700.
Baterai litium besi fosfat berkualitas berharga sekitar Rp 7,5 juta per kWh kapasitas terpakai, dengan umur sekitar 6.000 siklus penuh. Kalau dipakai satu siklus per hari:
Biaya per kWh tergeser = Rp 7.500.000 ÷ 6.000 siklus = Rp 1.250 per kWh
Angka itu sudah nyaris menyamai tarif listriknya sendiri — sebelum memperhitungkan rugi konversi sekitar 10%, biaya inverter hybrid, dan nilai waktu atas uang. Karena itu selisihnya tipis atau bahkan negatif.
Yang membuat hitungan berbeda di negara lain
Di negara dengan tarif berbasis waktu, listrik malam bisa berkali lipat lebih mahal daripada siang, sehingga menggeser satu kWh bernilai jauh lebih besar. Tarif rumah tangga di Indonesia belum menerapkan skema itu, jadi selisih yang menjadi sumber keuntungan baterai belum tersedia.
Alasan yang benar untuk membeli baterai
- Keandalan. Di daerah yang sering padam, baterai menggantikan genset tanpa bising, tanpa bahan bakar, dan tanpa perawatan mesin.
- Beban kritis. Klinik, laboratorium, server, kamar bayi, dan rantai dingin punya biaya kegagalan yang jauh melampaui harga baterai.
- Menaikkan serapan surya. Kalau produksi PLTS banyak terbuang karena rumah kosong siang hari, baterai mengubah kWh terbuang menjadi kWh terpakai.
- Persiapan tarif masa depan. Bila skema tarif berbasis waktu diberlakukan, nilai baterai akan naik.
Menentukan ukuran
Ukuran yang berlebihan adalah kesalahan paling mahal. Pendekatan yang wajar adalah menutup beban malam yang benar-benar penting, bukan seluruh konsumsi rumah. Untuk sebagian besar rumah, 5–10 kWh sudah cukup menyalakan penerangan, kulkas, dan beberapa titik stopkontak sepanjang malam.
Yang perlu ditanyakan ke pemasang
- Berapa kapasitas terpakai, bukan kapasitas nominal.
- Berapa siklus bergaransi dan pada kedalaman pengosongan berapa.
- Apakah garansi menjamin kapasitas tersisa di akhir masa garansi.
- Apakah inverter hybrid mendukung penambahan kapasitas di kemudian hari.
Kalkulator di halaman PLTS Atap menyediakan opsi baterai, dan akan menunjukkan terus terang bila penambahannya membuat nilai investasi menjadi negatif.